Sekian abad berlalu, namun masih ada yang tersisa dari
bahtera Nuh.
Sesaat sebelum banjir melanda, semua hewan didaftar dan
dikumpulkan, dengan penuh penyesalan masing-masing hanya sepasang hewan untuk
bisa masuk bahtera. Keterbatasan tempat, seleksi akhirnya dilakukan. Sempitnya tempat,
dan berfikir jauh ke depan, maka para pejantan harus menyerahkan “senjatanya”
untuk digudangkan selama masa banjir.
Semua “senjata” telah masuk gudang, dan banjir melanda bumi.
Produksi tidak terjadi, dan aman terkendali bahtera cukup aman hingga air reda
dan bumi kembali aman sejahtera. “Senjata” para pejantan telah usai dibagi, dan
kehidupan kembali seperti sedia kala.
Namun, sayang seribu sayang, “senjata” semut belum
terpasang, maka hingga hari ini tiap ketemu sesamanya, semut pasti cium kepala,
dan bertanya,”Ketemu belum?”
Ada yang bisa membantu menemukan? Atau memberikan solusi?
Atau ide lain mengapa semut tiap ketemu mesti saling berciuman?
Salam Canda....