Kamis, 30 Oktober 2014

Presiden Makin Keterlaluan


Pagi-pagi anggota dewan ngamuk-ngamuk, katanya presiden makin tidak jelas. Sumpah serapah keluar dari mulutnya.
DPR 1: “Napa kau sewot begitu, apalagi ini?”
DPR 2: “Ini presiden ini memang  tidak tahu diuntung, jengkel aku.”
DPR 1: “ Ah aku tahu, kau tidak diteleponnya to, maka kau esmosi dan ngomel-ngomel tidak karuan, begitu, kau pengin jadi menteri, dan ternyata tidak terpakai kan, emang kau mampu jadi menteri, kalau mampu kau pengin menteri apa coba?”
DPR 2: “Kau jangan sembarangan memfitnah aku, aku ini semua aku lakukan demi rakyat bukan seperti politisi lainnya itu, yang hanya pengin doit dan kursi, lihat absen ku itu selalu penuh, tidak ada satupun aku bolong.”
DPR 1: Senyum-senyum ia teruskan, ” Iya, emang kau mau jadi menteri apa?”
DPR 2: “Kau kira aku tidak bisa kerja ya, semua aku mampu, presiden sekalipun aku bisa.” Dengan nada makin meninggi.
DPR 1: sambil menahan tawa, dia tanya temannya itu lagi, “Lha kenapa kau sewot itu? Apa yang kau sewotkan?”
DPR 2:” Itu presiden membuat menteri untuk desa, Kita juga harus memperjuangkan DPR desa, harus, aku tidak mau tahu, aku akan menggalang dukungan ke semua fraksi dan semua anggota dewan yang terhormat.”
DPR 3: “ Sableng kau dengarkan, itu menteri desa dan pembangunan daerah tertinggal, orang kerjaannya mabuk kau tanggapin......”

DPR: ?1?!!?!?!?!?!?!?!?!!??!??

Jumat, 10 Oktober 2014

Bengkel Furnitur Jokowi Didemo Besar-Besaran


Pagi ini, bengkel pertukangan milik Jokowi yang menghantarnya menjadi pengusaha kayu sukses didemo. Demo karena semua merasa paling berjasa dan paling membantu jadi presiden, eh menjadikannya penjual hasil kayu sukses.
Pendemo 1: “Aku yang paling berjasa, coba bayangkan kalau tidak ada aku memang kalian bisa apa, kayu yang mau kamu potong seberapa panjang, seberapa besar, itu karena jasaku. Aku yang paling berguna, kalian semua hanya berisik dan mengganggu, apa itu, hanya bisanya merusak, melobangi, membuat tidak halus bahkan menjadikan kasar.” Cemooh penggaris ke teman-temannya.
Pendemo 2:”Tong, kamu jangan sombong, baru dipakai membantu saja sombong, coba tidak ada aku, si pensil yang berguna, meski gepeng aku menjadi panutan para tukang itu, kamu itu di bawahku, kamu kacungku.” Makin panas saat Si Gepeng mulai menghujat dan menunjuk hidup penggaris.
Pendemo 3: “Ribut saja, kalian tidak ada gunanya sama sekali. Lihat aku ini dipakai untuk menjadikan kayu yang sepotong-sepotong buruk begitu menjadi halus, mulus seperti ini,” jumawa si serut alias, pasah.
Pendemo 4: “Bau mu buat mual, hasil kotoranmu membuat batuk dan bersin, begitu bergaya di depanku, ni aku si bor, yang bisa menyatukan potongan jelek kalian menjadi satu kesatuan keren, dan bisa dijual. Aku paling berjasa.” Bualan mereka makin menggila
Pendemo 5: “ Kalian semua lupa daratan, lihat aku yang membuat kayu balok besar jadi kecil, dan pas untuk dijadikan bahan jadi, begitu saja aku tidak sombong, diam aku mau istirahat,” gerutu gergaji.
Pendemo 6:”Ji, kamu ini hanya merusak, kayu halus kamu jadikan bopeng, suaramu cempreng membuat kerjaku susah saja, napa kamu sombong dan seolah-olah paling berjasa. Lihat karyaku, tidak ada aku, tidak akan ada kursi malah membuat tambah malas karena nyaman, kursi menjadi halus karena kerjaku yang tidak kenal waktu, tahu kalian,” sembur si ampelas kepada rekan-rekannya.
Pendemo 7: “Kalian banyaj omong, aku ini lho paling berjasa, kalian tahu di tempat penjualan, aku selalu dipamerkan, aku si plitur yang mengkilap, halus, dan awet. Tanpa aku kalian tidak akan mampu memberikan harga penjualan yang tinggi,” omel pelitur sok berjasa.
Pendemo 8: “Tur-tur kamu ini memang tidak tahu diri, coba kamu warnai pohon di tepi jalan sana, apa ada gunanya kamu bagi meja, tanpa aku. Aku yang paling bekerja keras. Aku juga yang paling berjasa, aku yang menjadi bos di antara kalian. Kalian harus tahu itu,” rutuk si pahat.
Tukang Kayu: “Kalian sana kerja sendiri saja, mau apa kalian tanpa aku? Ha?!!? Mau demo aku juga aku bakar kalian, mampus.....”
Pendemo:”Ampun Bos....tidak lagi....Ampun....Ampun....”
Salam Damai



Selasa, 07 Oktober 2014

Anak Bandel


Di suatu sekolah ada kebijakan yang sebenarnya kurang bijaksana di mana anak-anak yang bandel di satukan. Pada suatu hari ada guru PPL dari bidang studi PKn. Calon Guru ini, namanya masih praktik, muda cantik, imut-imut lagi. Setiap mahasiswi ini masuk ada saja ulah yang dilakukan anak-anak. Pelajaran PKn baru mau dimulai, Banu yang paling bandel di antara paling bandel, jorok lagi angkat tangan dan mengatakan, “Mbak boleh Tanya?” Tanyanya dengan usil dan tidak mau memanggil Ibu.
“Boleh,” jawab guru itu kalem.
“Mbak menurut Mbak jenis kelamin lambang Negara kita itu apa?” sambil tersenyum usil.
“Ha………….ha…….ha…………” seisi kelas yang memang terkenal bandel itu kompak tertawa terbahak-bahak.
Pucat pasi dan keringat dingin langsung membanjiri muka dan bajunya. Sama sekali tidak menyangka ada pertanyaan seperti itu, menguasai kelas saja masih perjuangan, masih disugguhi pertanyaan oleh anak bandel begitu. Setelah menguasi keadaan ia balik pertanyaan itu, “Banu menurut kamu, apa coba?”
Sambil tersenyum iseng, dan cepat  dia awab,”Betina Mbak, mau tahu alasannya?” tanyanya makin kelewatan.
Belum dijawab, sudah disambungnya, “Karena Burung Garuda memakai BH, maka pasti betina, Mbak.”
Makin membahana tawa anak-anak sekelas, dan menambah merah padam guru itu.
Ha………….ha………..ha……………


Jumat, 03 Oktober 2014

Kejar Paket A



Di suatu desa di Kulon Progo, diadakan kegiatan pemberantasan buta aksara atau dengan kata lain Kejar Paket A, untuk orang-orang tua. Banyak hal lucu terjadi di dalam kegiatan tersebut.
Suatu hari guru yang datang, mengajarkan mengenai ilmu hitung atau matematika. Guru matematika ini cantik dan muda, tidak heran pemuda, bapak-bapak buta huruf ini banyak yang bengong dan tidak konsentrasi, lha kakek-kakek bungkuk ompong pun terbengong-bengong. Sebelum memulai pelajarannya, diawali dengan hukum matematika, penambahan, pengurangan, pembagian dan perkalian. Guru itu mengatakan,”Min kali Min….”
Belum selesai kalimat itu ada kakek yang teriak,”Mlumpat…….”
??????????????????????????????????
Karena guru itu bukan orang Jawa, bingung dan terbengong-bengong, apa maksudnya, salah satu murid yang paling pintar menerangkan, kalau kakek itu tadi bengong dan yang ada dalam benaknya adalah cucunya yang bernama Paimin, dan kali dalam bahasa Jawa adalah sungai. Kalau ada sungai ya melompat.


Olah Raga Favorit Penyelenggara Negara dan Kebiasaannya



a.    Parpol dan Politisi, mencuri start
b.    DPR, lintasan muter-muter
c.     Pemerintah/eksekutif, pistol tanda start sudah dibunyikan masih diam di garis start
d.    Polisi, semua sudah sampai finish baru datang
e.    KPK, kalau lari estafet yang ditangkap tangannya