Setelah hampir dua puluh tahun, NKRI
kembali kehilangan salah satu provinsinya. Kehilangan yang sungguh memilikan,
karena juga menggambarkan keadaan mental bangsa ini. Budaya dan mental elit yang sudah tidak ada
lagi. Manakah itu? Yaitu Provinsi MALUku. Malu nama provinsi dan pulau di
Indonesia, hampir setiap saat kita sentuh (keMALUan) tetapi sama sekali tidak
menjadi budaya sama sekali bagi elit negeri ini. Kerusuhan demi kerusuhan,
tidak malu pejabat hanya omong sedang dalam penyelidikan, pertikaian inter dan
antaragama yang makin sering tanpa malu dikatakan keadaan kondusif. Uang milyaran
dan kedaulatan Negara diambil demi kepentingan
pribadi, dengan syaraf keMALUan yang sudah putus, semua menyatakan
sesuai prosedur.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar